Sekolah SMK Ihyaul Ulum

Seba Mini

Seba Mini - Aku Berteduh


Pada gerbang mini yang berkarat, aku melawat

kenangan silam berkelabat, bayang-bayang mini
tata-titi sang peneduh, gotakan mini langgar mini
impian mini, budi pekerti kearifan yang kueja
dalam gelombang batin
pasang yang surut-surut yang pasang
mini adalah kesalehan
kesalehan yang mengakar
berbatang dan beranting-daun mini,
berbuah globe mini
bulat hijau berasa getir
yang sekedar berilmu meniada amal

di bawah pohon mojo aku berteduh
membaca, mereguknya dengan nalar mini
kalbu kecil masih dangkal
tiba-tiba yang serba mini itu megah
musholah mewah, asrama megah,
gedung sekolah bertingkat tiga anggun mempesona
kitab-kitab pegon masih mini
wirid-wirid selepas solah juga mini
petuah-nasehat-wasoya pun mini
sorogan dan bandongan hilir mudik silih berganti
ngaji pasaran menggelora di daun telinga santri-guru ngaji
dzuriyah-dzuriyah mengibarkan panji-panji kearifan
yang diwasiatkan sang peneduh:
hidup sekali serupa beras
menjadi pokok dan sumber saban waktu
jika tak mampu
ramulah hikmah di sekujur mimpi dan badan
meski dibutuh sekedar
jangan berulah serupa kala,
meninggalkan sengat dan bisa
kudekap erat wasiat itu, dengan gagap dan terseok
berpikir mini, munajah mini, berkawan sepi
aku yang berhal, belum bermaqom
diombang-ambil gelisah sinyal-sinyal edan
berbaju ketimpangan, bersarung penuh tambal
berkopyah mangkak penuh kutu-rayap kebimbangan

mini itu kewajaran
diperpustakaan-koperasi, di bank-puskestren mini
dikantor mini, seragam-seragam itu juga mini
sistem yang mini, kebijakan mini
guru-siswanya juga mini
serba mini
menyulam mimpi menggapai cerlang-gemilang
semoga sampai

mini itu sederhana
sederhana yang mahal harganya
riyadho, tirakat
merenung di sepertiga malam akhir
rancang-bangun fisik-ruh yang gigih
itulah jawaban
bukan amarah tapi ketabahan

sederhana saja,
impian itu bergelantungan
di pelupuk mata kalbu yang rabun
menatap matahari yang kembara
di langit ufuk barat
aku tulis puisi
semoga tak salah alamat
aku hanya ingin
wajar dan sederhana
belajar mengerti untuk kembali

Perpustakaan SMK-IU, Maret 2017 : rakai L.


0 Komentar

Tulis Komentar