Sekolah SMK Ihyaul Ulum
(dokumentasi pelaksanaan pondok Ramadhan 1434 H)

Isi Ramadhan, SMK Ihyaul Ulum Ngaji Kitab Kuning

Regiatan Ramadhan


Memasuki  tahun ajaran baru 2013-2014 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan SMK Ihyaul Ulum mengharuskan semua sivitas mengaji dan memaknai kitab ala pondok pesantren. Kegiatan tersebut dimulai Sabtu 13 Juli dan akan berakhir pada ahad, 4 Agustus 2013. 
<>
Diantara kitab yang dikaji adalah Ta’limul Muta’alim karya Syaikh Zarnuji, kitab Matan Sulamut At-Taufiq karya Imam Nawawi Al-Bantani, Nadhom Ala La yang berisi syair-syair keteladanan yang disarikan dari kitab Ta’limul Muta’alim, dan terakhir kitab Hadits Arbain An-Nawawi karya Imam Nawawi.

Pengisi pengajian diambil dari dewan guru di lingkungan SMK Ihyaul Ulum sendiri. Disamping santri Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, semua Ustadz yang mengisi juga pernah mengenyam bertahun-tahun di pondok salaf yang lain. 

Para pengajarnya adalah H. M. Ata Syifa’ Nugraha (Ta’limul Muta’alim) alumnus Pondok Pesantren Sabilul Rosyad Gasek Malang, H. A. Badrus Syarof (Sulamut At-Taufiq) alumnus Universitas Al-Ahghaf Yaman dan santri Darul Lughoh Wad Da’wah Bangil, M. Miftah Wahyudi (nadhom ala la) Santri Gedang Sewu Pare Kediri,  dan A. Syifaul Fuad (Arbain Nawawi) alumnus pondok Al-Fadlu Kaliwungu Kendal Jawa Tengah. 

Kegiatan mengaji ini dimulai jam 7.00 pagi. Setiap pengajian berdurasi waktu satu jam. Tepat jam 11.00 siswa diharuskan pula bersiap-siap untuk berjamaah shalat Dhuhur di mushola dan mengaji Al-Qur’an minimal satu lembar bolak-balik setelahnya.

Ubaidillah Bahrum sebagai Waka Kurikulum SMK Ihyaul Ulum menerangkan, bulan Ramadhan sebagai bulan yang suci dan penuh berkah, Ramadhan juga merupakan bulan pendidikan dan pembelajaran atau syahru tarbiyah. 

“Syukurlah, tahun ajaran baru ini kita langsung bertemu dengan puasa. Meski Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMK yang senyatanya materi adaptif, normatif dan fakultatif harus sudah diterima oleh siswa, tidak berjalan sesuai semestinya,” katanya di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik, Jawa Timur Ahad (21/7).

Namun, tambah dia, dengan bulan suci ini kita sudah memberi pembelajaran yang lebih penting dari itu. Fiqih dan akhlak merupakan dasar dari segala ilmu yang nantinya diterima dan dipraktekkan oleh siswa. 

Ia menjelaskan, kebijakan ini sengaja dibuat oleh Kepala Sekolah SMK Ihyaul Ulum, mengingat miskinnya pengetahuan generasi muda akan keberadaan kitab kuning dan nilai yang dibawanya.

Kepala Sekolah SMK Ihyaul Ulum H. M. Ata Syifa Nugraha mengatakan, Dengan kemajuan teknologi, sesuatu yang bersifat budaya lama kurang diperhatikan. 

“Di bulan Ramadhan ini saya ingin memberi pedoman bagi siswa bahwa, sejarah kakek-kakek kita dulu yang dikuasai mereka adalah cara baca-tulis dengan bahasa Arab Jawa atau istilanya Arab pegon. Kebiasaan itu diperoleh karena kegemaran mereka mengaji ala pondok pesantren dengan kitab kuningnya”.  

Ata Syifa’ juga menjelaskan bahwa keberadaan kitab kuning perlu masuk dalam muatan lokal SMK yang berdiri di pondok pesantren. Kurang jelinya sekolah-sekolah lain untuk tidak  memasukkan materi kitab kuning dalam kurikulum sekolah adalah menganggap kitab kuning hanya kitab agama semata dan khusus kajian pesantren. 

Padahal, kata dia, dari kitab kuning ada tranformasi budaya jawa dan perilaku tata krama, tersisipkan dalam pengajian kitab yang berbahasa Jawa/krama. 

Lebih lanjut dia mengatakan, SMK Ihyaul Ulum adalah menarik perhatian masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada pondok pesantren kembali. Dan inti dari pondok pesantren adalah mengaji agama Islam melalui mutholaah kitab kuning, dengan sekian nilai keberkahan yang selalu menyertai para santri-santri dipondok pesantrennya. Semuanya bermuara atas pemahamann bahwa generasi masa depan dituntut bisa ngaji juga bisa bekerja.

Dipublikasikan NU-online Biro Gresik Ahad, 21 Juli 2013 23:00


0 Komentar

Tulis Komentar